»» read more
Rencana nya Kantor Wali Nagari Sungai Pua, Insya Allah Besok Minggu, Tanggal 27 September 2009 akan diresmikan oleh Gubernur Sumbar Bapak Gamawan Fauzi dan pada hari senin tanggal 28 September 2009, Insya Allah juga diadakan Musyarawah Besar Nagari Sungai Pua termasuk para perantau yang pulang ka kampuang kini ko, acara dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Sungai pua. Rang Galuang diantaranya ikut berpartisipasi yaitu para pemuda, wali jorong, kepala kampung tidak terkecuali seluruh Rang Galuang dalam acara besok minggu tanggal 27 september 2009. Kita doakan bersama semoga sukses acara tersebut. Kepada Rang Galuang rantau dekat dapat juga hadir hendaknya pada hari tersebut untuk memeriahkannya.
Persiapan Peresmian Kantor Wali Nagari Sungai Pua
Tuangku Galuang I
Menurut sejarahnya, Tuangku Galuang adalah salah seorang Harimau Agam Nan Salapan yang hidup dan aktif sekitar tahun 1747 sampai 1845. ia adalah putra Galuang Nagari Sungai Pua. Harimau Nan salapan dipimpin oleh seorang Pahlawan Nasional yaitu Tuangku Nan Renceh dari Tilakang Kamang. Harimau nan salapan adalah murid dari Hj. Miskin yang berasal dari Pandai Sikek, Hj.Miskin adalah salah satu dari tiga serangkai pembaharu Islam di Minangkabau yang pulang dari merantau cukup lama untuk menuntut ilmu agama di mekkah Al Mukarrramah. riwayat lain mengatakan beliau bertiga pernah ikut dalam perang Salib II di Istambul, konstatinopel namun perlu digali kembali riwayat ini. »» read more
Eksistensi Harimau Nan Salapan tidak dapat dipungkiri lagi. merupakan satu kesatuan dengan Pasukan Paderi yaitu Tuangku Imam bonjol di Pasaman, Tuangku Tambusai di Riau dan Tuanku Rao di Rao. Perang Paderi menurut buku sejarah berlangsung dari Tahun 1830 - 1837, namun kenyataan sejarah dan sesuai dengan literatur yang ada. perang paderi telah dimulai sejak tahun 1747 dan berlangsung lebih dari Tahun 1837 yang disebutkan oleh buku sejarah tersebut.Sedikit sekali masyarakat indonesia bahkan masyarakat minagkabau sekalipun khususnya generasi muda yg mengetahui bahwa satu2nya pembawa, penegak ahlussunah waljamaah murni dalam sejarah indonesia masa lampau adalah haji sumanik, haji miskin, haji piobang, beserta Tuangku Imam Bonjol, Tuangku Rao dan Tuangku Tambusai beserta harimau nan salapan menyiarkan dakwah di sumatera barat. Mrk memerangi kebatilan yg saat itu banyak kaum adat, para datuk, hulu balang dll yg melakukan perjudian, adu ayam, kemusrikan yg parahnya bisa di bilang sama dg yg terjadi di arab pd masa itu yaitu th. 1700 - 1870. Dakwah tersebut di tentang keras oleh kaum adat dan perang saudara pecah di seluruh minangkabau. Kaum adat mendapat bantuan dari belanda. Perang tersebut di sebut Perang Paderi. Kaum adat kalah ditandai dengan Istana Pagaruyung tahun 1802 di hancurkan dan keluarga raja melarikan diri dan selanjutnya falsafah Minangkabau atas kejadian tersebut di kuatkan kembali dengan ditandai perjanjian di bukit marapalam ( Lintau ) antara (Lintau dan Sungayang, Tanah Datar ) yaitu falsafah adat basandikan syara', syara' basandikan Kitabullah.
Inilah satu-satunya perang dlm sejarah indonesia yg menegakkan agama islam yang sebenar - benarnya. Dan bukan itu saja, para tuanku tersebut bersama Harimau nan Salapan menyebarkan Islam ke negeri Tapanuli, Natal, dan sampai ke tapal batas Aceh Sumatera Utara, yang juga merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung pada saat itu. orang Tapanuli, Mandahiling, Natal sampai Kabun jahe semua tunduk dan menganut Agama Islam atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa, yang diberikannya kekuatan kepada para pembela-Nya. ( sumber: Buku Tuanku Rao oleh Buya Hamka Tahun 1963 ).
Sungai Pua - Peraih Juara Satu Tingkat Nasional
»» read more
Sanak di rantau, lah tau baa bantuak kantua wali nagari sungai pua kini mode ko nyo megah sangaik sanak. foto diambil oleh Admin Rang Galuang pada sore hari. kantor ini telah dioperasikan oleh wali nagari sungai pua tahun mulai tahun ini. selamat bagi semua masyarakat sungai pua yang ada dikampung maupun yang ada di perantauan nagari sungai pua meraih juara satu lomba nagari tingkat nasional. sudah meraihnya. semua pihak yang ikut berpartisipasi bersama masyarakat untuk mensukseskan kegiatan ini, lebih sulit lagi mempertahankannya. selamat Rang Sungai Pua.

